Watch me! One of these days, it will come true…

oleh Syamsul HS Dwidjoatmodjo.

cinta adalah pekerjaan hati, perasaan, sering bersifat ilusif..kadang
menyakitkan tapi seringkali menggebu-gebu.

mencintai adalah pekerjaan fisik..karena mengandalkan komitmen

kawin hanya membutuhkan cinta dan tentu saja urat sedangkan menikah
membutuhkan komitmen dan kadang2 surat.

seseorang yang aku mencintainya pernah bertanya, “mas, pernahkah jatuh
cinta?” Aku jawab, “iya dik, pernah…kata orang mengebu-gebu” . Dia
melanjutkan, “terus bagaimana, ditolak?” Aku jawab, “aku ngga ingin
menikahinya kok, dan aku ngga bilang (ke dia) kalau aku cinta” Dalam
hati aku bilang, dia ngga cocok untuk mengasuh anak2ku.

“adik ini, ada2 saja….seringkali pertanyannya aneh2. Aku tidak
peduli apakah adik pernah jatuh cinta atau tidak, saat ini adik
mencintai siapa.. Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa yang
tahu? Dan salah satu pekerjaan perasaan adalah cinta. Prasangka buruk
adalah muncul ketika komitmen dilanggar, tidak muncul dari yang lain
dan tidak lebih.

aku mencintai kamu dan ingin menikah dengan kamu. Selebihnya aku
kurang pandai melukiskannya.

Jangan sia2kan waktu kalian, karena kalian berharga dan pantas
diperjuangkan. Dan bukti cinta adalah you get the ring and be happily
married..(saikou kawai, 2008)

dari aku: hehehe… ternyata penulisnya juga pernah baca tulisan isengku… :D

November 27th, 2008 at 8:12 pm | Comments & Trackbacks (5) | Permalink

Aku pernah ke tempat ini sebelumnya
Bukanlah beton hanya permadani hijau yang menghampar
Atap megah ini bukanlah seperti ini melainkan tanpa batas antara
langit dan putihnya awan
Desir pendingin ruangan ini harusnya cuma bisikan angin di telingaku yang bercerita tentang masa lalu
Senja seperti ini harusnya saat-saat dimana bulir kapuk tumpah ruah di
atas kepalaku menggantikan pulangnya awan putih yang bermain sejak pagi
Pada tempat ini dimana ruang dan waktu bertemu bersamaan semestinya
aku menemuimu untuk menepati janji pertemuan kita yang lalu
Aku merasa mengenalmu, warnamu, serta suaramu yang begitu penuh di
gendang telingaku
Entah kapan aku melewati pagi berembun bersamamu
Samar-samar mataku yang mulai basah menangkap lagi bayangan seseorang
yang begitu dekat dan hangat
Menyambutku yang sendirian di tempat ini
Matahari harusnya mulai menusuk-nusuk mataku melalui celah-celah
dedaunan kapuk randu si dua sejoli
Seperti layaknya matahari yang mulai menjemput senja
Sepertinya ini hanyalah waktu untukku pulang, mengejar kereta yang
tiada pernah menepati janjinya

10.11.08

11:45

dia_jiwaku@yahoo.com

November 10th, 2008 at 8:36 pm | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Tak seperti biasanya, pagi kemarin. Aku, editorku dan lainnya kumpul di ruang meeting penulis. Bicara serius tentang aku. Alhamdulillah lancar dan lekas. Dengan dominasi wanita pembicaraan berlanjut, mereka saling tukar-menukar gagasan dan tentu saja membahas kehidupan cinta pribadi. Phff… bosan! Topic klasik wanita: kenapa ia jarang mengabari? Gak mo ke rumahku? Sibuk? Sulit dihubungi? Apa sih, bukti cintanya? Hhhh…

Disini, nih! Seorang wanita cantik, berbakat, cerdas, yang adalah penulis handal, dikenal dengan observasinya yang tajam (bahkan mengenai pria), yang kupikir dapat memilih pria manapun yang ia inginkan, ia bingung dengan situasi ini? Sementara bagiku jelas sekali, dia terlalu berharap!

Ketahuilah! Hal terberat menjadi seorang penulis terutama majalah wanita adalah ketika ia menulis suatu permasalahan, ia ulas dan disertai tips bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut, kemudian ia dihadapkan dengan permasalahan itu dan diharuskan menerapkan apa yang ia tulis. Ibarat melakukan itu tak semudah membicarakannya!

Pesanku pada mereka, para wanita single and jomblo dan tentunya diriku sendiri: wanita itu harus don’t look desperate and don’t look like we are trying too hard. Loving ourself and remember, we are hard to get but easy to be with. Jangan sia2kan waktu kalian, karena kalian berharga dan pantas diperjuangkan. Dan bukti cinta adalah you get the ring and be happily married.. :D

Halaaahhh… sudahlah! Pagi ini terlalu indah untuk membahas itu. Dhuha aja deh!

Takbiratulihram… senyap… (semoga sempurna)

Iftitah… mengalir begitu saja!

Selanjutnya…. Masyaallah, aku mulai menduakan-Nya. Rabbi, cemburukah Engkau?

Maha Suci Engkau yang telah menciptakan perasaan. Menciptakan yang tiada menjadi ada. Tapi, mengapa Engkau menciptakan perasaan? Perasaan kehilangan… perasaan memiliki… perasaan mencintai…

Engkaulah alasan dan penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu. Kami hanya menerima titipan. Engkau yang menciptakan dunia dengan kasih sayang dan mengajarkan kami tentang cinta sejati. Semoga Engkau memperkenankan kami untuk merasakan hakikatnya pula…

Ya Allah, sungguh kami ini tidak pernah memiliki. Engkaulah yang Maha Memiliki, bahkan diri kami sendiri bukan milik kami. Ya Allah, kami ini bodoh dan sering kali tidak mengerti arti takdirMu. Maka ajarilah kami arti ikhlas dan memahami.

Hingga tiba dijanjiMu…

Maha Suci Allah yang selalu menepati janji. Cukuplah percaya dengan janjiMu, maka kehidupan akan terasa jauh lebih indah… lebih indah. Yakinlah!

Dan biarkan aku merasakan… ikrar cinta ini, kerinduan ini dan semua getar rasa ini hanya karena Allah Ta’ala dalam isakan pelan terakhir… terucap syahdu salam rindu…

Assalamualaikum Wr. Wb…

October 14th, 2008 at 10:36 pm | Comments & Trackbacks (5) | Permalink

Masya Allah…. ada yang lagi cemburu buta, euy! hahaha… cemburu, apaan sich? setauku itu perasaan yang wajar saking cintanya… iya khan? bahkan wanita mulia selevel istri rasul saw, Aisyah ra. pun tak luput dari rasa ini…

September 10th, 2008 at 8:46 am | Comments & Trackbacks (6) | Permalink

GUBRAAAKKK… (dua makhluk langit jatoh ke bumi)

d: ternyata jatoh itu sakit, yah?

a: biasa ajah kali!

d: kok kita bisa jatoh, ya?

a: kita gak pegangan, sich!

d: pertanyaan klasik bin basi, kenapa kerjaan semakin membludak saja?

a: jawaban standart, karena males ngerjainnya!

d: ??? (bingung)

a: hehehe… (bahagia)

aduh, nulis apaan aku ini…? lagi sumpek. no idea to finishing my last home work. error met dah.. hwaaaaa…. makin curly deh ni otak.

September 7th, 2008 at 2:58 pm | Comments & Trackbacks (4) | Permalink

I was ecstatic! Nevertheless… I told You, what was written on me last time. I believe so! As I believe in You and Your great doing in my life. That’s why… First and foremost, I would like to thank for life, smile, laugh, cry, tears and a thousand other different feelings! Well, everything happens in God’s time, not ours, not yours… not me.

Actually, I had wished and planned that somehow… Arrgghh, Gosh! It’s hard to published. Anything and whatever is that, Please Ya Allah, keep me sane from all of my madness in life. You knowing me better than my self. That behind my devil, may angel care attitude… I just… I just… (yeah, you name it laaahh!)

Really need a recuperation… and stop write this! My jobs are waiting me with open arms, wherever the going gets though for me. haha… hiks… hiks… huhuhuhu…

Eniwei, thanks Ya Allah for everything… I love You.

Middle of looking for Alquran with English translation and the poem collection of Mohammad Iqbal. Touch indeed.

September 6th, 2008 at 4:39 pm | Comments & Trackbacks (5) | Permalink

Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Subhanallah, adzan magrib nich. Buka puasa… Alhamdulillah! Ada air mineral, kurma, teh anget, roti, apel dan permen.

Tapi gak ada es blewah ato timun suri, no gorengan and pastinya ga ada acara rebutan makanan ma my sista. hiks… sabar nden! Ini cuma sesaat, dan inilah harga yang harus dibayar untuk perpisahan, my homesick.

Aaarrghh… pokoknya kangen rumah. Berasa puasa sendirian.. hehe..

September 2nd, 2008 at 4:19 pm | Comments & Trackbacks (3) | Permalink

Assalamualaikum dan selamat siang semuanya…

Hectik deh, pagi-pagi buta udah dapet sms dari melly yang nanyain soal kebenaran suatu gosip tentang aku di milis dan mulut ke mulut. Awalnya sih, masih jago ketawa-ketiwi… tapi kesininya kok, makin banyak yang nanyain dan sepertinya kok kalian jauh lebih tau dari pada akunya yah?! hahaha…

Wahai teman-temanku, kuluruskan saja yah… Bahwa BERITA TERSEBUT TIDAK BENAR ADANYA. Kalo emang benar, ayo tunjukkan padaku siapa lawan mainku. hohoho… jadi nantangin, nih.

Dan untuk Bunda Afin, hiks… bundaaaa… apaan sich?! Ka Irfan itu sapa?? hiks… Kenapa dia tiba-tiba ada di Esenboga? Pasti kerjaan Bunda, hayo ngaku! Dia aja udah ngaku! Udah gitu, siang ini keluarganya nyerang aku dengan segala jurus "rayuan dan hasutan" agar aku bisa ke rumahnya. Konya kan jauh! Hwaaa… hu hu hu… Mati aku!!! Bekasi aku merindukanmu… aku ingin pulang! Let me go…!!!

July 22nd, 2008 at 2:48 am | Comments & Trackbacks (5) | Permalink

Adakah yang tau, sejauh mana kemampuan bertahan dan berjuang
bisa dibilang pantang menyerah? Jika sesuatu yang telah diperjuangkan ternyata
membuat diri sendiri merasa tidak nyaman dan insecure, apakah jika melepasnya
akan dikatakan loser si pecundang?

 

Kemudian, apakah seorang tidak akan menjadi dewasa jika
selalu melakukan apa yang diinginkannya? Seperti yang kebanyakan bilang, karena
anak kecil hanya akan melakukan apa yang disukainya. Bukankah hidup itu
pilihan? Dengan segala resikonya yang akan ditanggung sendiri memperjuangkan sesuatu
yang sesuai hati–sang pilihan–juga bisa dikatakan suatu keberanian? atau malah sangat bodoh?

Masya Allah, aku bingung banget. Satu hal yang selalu kuingat
masalah enak dan nikmat. Ada yang disebut enak, ada pula yang disebut nikmat. Ada orang yang makan enak tapi tidak nikmat. Sebaliknya,
ada orang yang makan nikmat sekali, walaupun makanannya kelihatan sederhana dan
tidak enak. Nikmat itu bersifat psikis, emosional. Sama seperti uang, uang bisa
membeli senyuman, tapi tidak bisa membeli ketulusan. Itu yang aku cari
sekarang, sebuah ketulusan untuk diriku sendiri dan sekitarku pun ikhlas dengan pilihanku… Ya Allah, ternyata begitu sulitnya mempertahankan sebuah orientasi. Help, really need advice, neh…! Percayalah, saranmu sangat penting untukku. Terima kasih.

June 21st, 2008 at 3:19 am | Comments & Trackbacks (6) | Permalink

Ini
kejadian nyata saat aku sedang training kerja awal bulan lalu. Peristiwa ajaib
di luar akal sehatku. Begini ceritanya, kalian tau dong, kalo aku tuh adalah
makhluk yang enerjik gada matinya. Nah, hari itu (7-8 Mei 2008) rasanya tuh
aneh, bawaannya pingin diam terus. Saat mulai bangun tidur, waktu terasa
bergerak slow motion (lambat banget).

 

Sepanjang
hari, saat kelas mulai sampai dengan selesai, rasanya lamaaa banget. Puncaknya
adalah selepas sholat magrib. Tiba-tiba dimataku semua berjalan lambat banget,
kayak nonton film di super lambatin. Suara orang disekitar pun semakin jauh
terdengar dan penglihatan mulai berputar pelan. Batinku bergumam, “Ya Allah, apa
ini? Apakah aku telah mampu bergerak melebihi suara? Atau cahaya? Sehingga
semuanya terlihat super lambat.” Bodohnya…!!!

 

Relativitas…
ya ini mungkin hukum relativitas, satu2nya teori yang mampu menjelaskan
peristiwa aneh ini, dunia pararel. Pada hari berikutnya, seperti mengalami de
javu, terjadi peristiwa yang hampir serupa. Dua hari berturut-turut aku mengalami ini
dan semuanya berakhir dengan pingsan.

 

So
guys, ada yang bisa menjelaskan, apakah yang telah aku alami ini? Aku tak mau
mengalaminya lagi, rasanya bikin bingung setengah mati. Bisa menebak prilaku
orang dan apa yang akan terjadi berikutnya itu tidak seru sama sekali. Ga ada
kejutan yang bikin hati harap-harap cemas. Tak ada tantangannya! Help me,
please!

May 31st, 2008 at 8:23 pm | Comments & Trackbacks (7) | Permalink